Pangkalpinang – Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengingatkan pentingnya substansi dan ketepatan waktu dalam penyusunan dokumen perencanaan (dokren), baik itu dokumen perencanaan dua puluh tahun, lima tahun dan satu tahun. Hal tersebut diungkapnya pada saat membuka Rapat Penyelarasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, dalam mendukung pencapaian prioritas nasional dan evaluasi capaian lintas sektor menggunakan Dana Dekonsentrasi Bappenas Tahun 2024, di Hotel Grand Safran, Kamis (06/06).

"Substansi dan ketepatan timeline dalam penyusunan dokumen perencanaan, baik itu RPJPD, RPJMD dan RKPD perlu diperhatikan," kata Fery Insani pada saat membuka rapat yang dihadiri perangkat daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bappeda kabupaten/kota. Karena itulah rapat penyalarasan tersebut perlu dilakukan.

Fery Insani juga menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan perlu dilakukan koordinasi untuk memastikan dan mengukur keselarasan antara dokumen RKPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 dengan RKP Tahun 2025.

Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia, Rohmad Supriyadi mengatakan perencanaan harus mampu menjaga konsistensi sasaran dan target dari dua tahun ke lima tahunan, dan dari lima tahunan ke satu tahunan sehingga memerlukan perhitungan yang cermat. Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 merupakan titik tolak orkestrasi pemanfaatan potensi nasional dan daerah dalam rangka transformasi sosial-ekonomi nasional.

"Pendekatan THIS dan money follow program dilakukan untuk mengintegrasikan lintas sektor secara konvergen," kata Rohmad dalam video conference. Hadir secara daring juga Mahardhika Mulya Adi Pamungkas sebagai narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. 

* THIS: Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial


Head of Bappeda Babel: Pay Attention to Substance and Timeline of Planning Document 

Pangkalpinang - Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani reminded the importance of substance and timeliness in the preparation of planning documents (dokren), whether it is twenty-year, five-year, or one-year planning documents. He addressed this when opening the Alignment Meeting of the 2025 Regional Government Work Plan (RKPD) with the 2025 Government Work Plan (RKP), to support the achievement of national priorities and evaluate cross-sectoral achievements using the 2024 Bappenas Deconcentration Fund at the Grand Safran Hotel, Thursday (06/06).

“The substance and accuracy of the timeline in the preparation of planning documents, be it RPJPD, RPJMD, and RKPD, need to be considered,” said Fery Insani in the meeting attended by regional units in the Kepulauan Bangka Belitung Province and Bappeda of regency/city. Therefore, the alignment meeting is urgent. 

Fery Insani also said that coordination is needed to ensure and measure the alignment between the Kepulauan Bangka Belitung Province RKPD 2025 document and the RKP 2025 to improve the quality of planning documents.

On the same occasion, a resource person from the Ministry of PPN / Bappenas of the Republic of Indonesia, Rohmad Supriyadi said that planning must be able to maintain the consistency of targets and outcomes from two years to five years, and from five years to annual, therefore it requires careful calculation. The alignment of the Regional Long-Term Development Plan (RPJPD) with the National Long-Term Development Plan (RPJPN) 2025-2045 is the starting point for orchestrating the utilization of national and regional potential in the context of national socio-economic transformation.

“THIS and money follow program approaches are carried out to integrate cross sectors convergently,” Rohmad said in a video conference. Also present online was Mahardhika Mulya Adi Pamungkas, a resource person from the Ministry of Home Affairs of the Republic of Indonesia.

* THIS: Thematic, Holistic, Integrative, and Spatial