Pangkalpinang, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum Penyehatan Lingkungan (AMPL). Rakor yang diikuti Pokja AMPL se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilaksanakan di Ruang Rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Jumat (14/12).

Pada saat Rakor yang dibuka Kepala Bappeda Kep. Babel Fery Insani, Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan rencana dan capaian program AMPL. Selain itu dipaparkan juga Buku Saku AMPL, PPSP dan Penanganan Kawasan Kumuh. Selain itu,

Buku Saku yang disusun konsultan pusat dan Pokja AMPL, berisi data-data terkait AMPL, nantinya akan menjadi database dalam penyusunan program.

"Didalam buku saku ini, akan ada data terkait AMPL, seperti kawasan kumuh, air minum dan sanitasi serta beberapa program seperti Kotaku sudah dimasukkan kedalam buku saku," kata Fery Insani pada saat Rakor.

Namun menurutnya, data yang ada didalam buku saku, perlu di konfirmasi oleh Kabupaten/Kota agar data yang akurat. Melalui data yang akurat, baru dapat di intervensi permasalahan yang ada di AMPL, baik itu melalui program Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Setelah masing-masing kita menyampaikan data yang lengkap, kami akan petakan per-Kabupaten/Kota apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan, nanti akan di rangkum kedalam saku. Buku saku inilah yang akan menjadi guidence kita," katanya.

Menurut Fery Insani, Buku Saku ini merupakan inovasi yang baik. "Diharapkan buku ini jangan hanya jadi dipegang, karena orientasi kita bukan hanya buku, yang kita lihat itu adalah data yang ada di Buku Saku," kata Fery Insani.

Senada dengan Fery Insani, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kep. Babel Supianto mengatakan, buku saku AMPL akan dijadikan database. Dengan adanya database, baru dapat dilakukan intervensi terkait program AMPL kedepan.

"Ini perlu dilakukan, sehingga apa yang kita kerjakan indikatornya jelas dan capaian kedepannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan indikator kerja yang kita sepakati," kata Supianto.

Supianto juga meminta Kabupaten/Kota dapat memberikan masukan, sehingga penyusunan buku saku dapat menjadi sempurna.

"Buku saku ini diharapkan dapat menjadi arahan program, sehingga Pemprov dapat mengintegrasikan program AMPL di seluruh sektor dan dapat memberikan kontribusi terhadap program AMPL yang disusun," ujarnya.