Pangkalanbaru – Pangan dan gizi merupakan faktor penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani, menyampaikan bahwa isu ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan juga menjadi salah satu keadaan yang dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023 -2026, untuk mendukung upaya membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu SDM yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter.

"Ketahanan pangan dan gizi dapat dicapai melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu, terukur dan berkelanjutan, yang diwujudkan melalui penyusunan instrumen kebijakan Rencana Aksi Pangan dan Gizi, yang telah diimplementasikan secara nasional sejak tahun 2001," kata Fery Insani saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi serta Pelaksanaan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Sol Marina Bangka, Rabu (22/11/2023).

Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2021-2024, lanjut Fery Insani, berisi aksi penajaman kegiatan eksisting dan operasionalisasi Strategi Ketahanan Pangan dan Gizi (SKPG) untuk percepatan pencapaian RPJMN 2020-2024 dan tujuan kedua dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

"RAN-PG 2021-2024 merupakan pedoman bagi daerah dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi setiap lima tahun sesuai kebutuhan," ungkap Fery Insani di depan peserta Rakor yang berasal dari perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait kebijakan daerah dalam pembangunan rendah karbon, Fery Insani mengatakan bahwa pemerintah provinsi telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca beserta kaji ulang yang diformalisasi pada Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 36 Tahun 2012 Tentang RAD-GRK. RAD tersebut disusun sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah, yang berkedudukan dan berfungsi sebagai acuan penting dalam penyusunan RPJPD, RPJMD, RTRW provinsi/kabupaten/kota, yang selanjutnya menjadi masukan dan dasar penyusunan dokumen perencanaan daerah. 

"Dalam Pergub ditetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca dari berbagai bidang dan menjadi landasan bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk melaksanakan berbagai kegiatan mitigasi, yang secara langsung maupun tidak langsung menurunkan emisi gas rumah kaca," kata Fery Insani. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari narasumber dan diskusi dengan para peserta rakor. 


Stakeholder Engagement Supports Food Security and Nutrition

Pangkalanbaru - Food and nutrition are important factors in Indonesia's human development. The Head of Bappeda Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani, said that the issue of sustainable food security and nutrition is also one of the issues included in the 2023-2026 Regional Development Plan (RPD) to support efforts to develop quality and competitive human resources (HR), namely healthy and smart, adaptive, innovative, skilled, and characterized HR.

"Food security and nutrition can be achieved through the involvement of all stakeholders in an integrated, measurable, and sustainable manner, which is achieved through the preparation of the Food and Nutrition Action Plan policy instrument, which has been implemented nationally since 2001," said Fery Insani when opening the Coordination Meeting for the Preparation of the Food and Nutrition Regional Action Plan and the Implementation of the Regional Action Plan for Greenhouse Gas Emission Reduction (RAD-GRK) in Kepulauan Bangka Belitung Province, at the Sol Marina Bangka Hotel, Wednesday (22/11/2023).
     
The 2021-2024 National Action Plan for Food and Nutrition (RAN-PG), continued by Fery Insani, contains actions to sharpen existing activities and operationalize the Food Security and Nutrition Strategy (SKPG) to accelerate the achievement of the 2020-2024 National Medium-term Development Plan (RPJMN) and the second goal of the Sustainable Development Goals (SDGs).
     
"The RAN-PG 2021-2024 is a guideline for regions in preparing the Regional Action Plan for Food and Nutrition every five years as needed," said Fery Insani in front of the Coordination Meeting participants, who came from provincial and regencies/municipality regional units in the Kepulauan Bangka Belitung Province.
     
Regarding regional policies in low carbon development, Fery Insani said that the provincial government had prepared a Regional Action Plan (RAD) for Reducing Greenhouse Gas Emissions (GRK) along with a review, which was formalized in the Kepulauan Bangka Belitung Governor Regulation Number 36 of 2012 concerning RAD-GRK. The RAD is prepared according to the conditions and characteristics of the region, which serves and functions as an important reference in the preparation of RPJPD, RPJMD, provincial / regency/municipality spatial plan (RTRW), which in turn becomes input and basis for the preparation of regional planning documents.
          
"The governor regulation sets targets for reducing greenhouse gas emissions from various fields and becomes the basis for local governments, communities, and businesses to carry out various mitigation activities, which directly or indirectly reduce greenhouse gas emissions," said Fery Insani. The event then continued with presentations from resource persons and discussions with the coordination meeting participants.