Pangkalpinang, Membangun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus dilakukan secara keseluruhan tidak bisa secara parsial karena muara dari pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dikatakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kep. Babel, Budiman Ginting, pada saat Rapat Tindak Lanjut dari Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati/Walikota, Ruang Rapat Pulau Ketawai Kantor Bappeda Kep. Babel, Rabu (07/02).

"Hari ini kita menyamakan persepsi dan membuka pikiran kita, jangan dipersoalkan lagi tentang kewenangan siapa, karena apa yang dibangun berada di Kabupaten/Kota, dan pembangunan dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat indonesia secara keseluruhan dari pusat hingga daerah," kata Budiman Ginting.

Menurut Budiman Ginting, apabila provinsi kuat, semakin kuat juga provinsi dalam membangun.

"Kalau Provinsi tidak ada duitnya bagaimana bisa memberikan Dana Bantuan (Daba) ke Kabupaten/Kota, Daba digunakan untuk membangun Kabupaten/Kota," kata Budiman Ginting.

Terkait Daba, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda Kep. Babel) Fery Insani menjelaskan, pada tahun 2018 Pemprov. Kep. Babel mengalokasikan Daba sebesar Rp. 213.541.144.172 untuk Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang sebagian besarnya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur

"Sebagian besar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, Kabupaten Bangka Tengah mendapat alokasi Daba lebih besar, yang digunakan untuk pembangunan venue Porprov," kata Fery Insani.

Menurut Fery Insani, pengajuan Daba harus memenuhi persyaratan, seperti untuk pembangunan infrastruktur, tanah yang akan dibangun harus clean and clear, selain itu juga harus ada Detail Engineering Design (DED).

"Tahun ini kita akan menggunakan e-planning dan e-budgeting sesuai arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada saat Rapat Koordinasi Supervisi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang lalu," lanjut Fery Insani.

Semua usulan harus melalui proses perencanaan, melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"Musrenbang jangan dipandang sebagai acara seremonial, melalui Musrenbang kita bisa mengetahui mana yang prioritas mana yang tidak," lanjut Fery Insani

Dalam Daba, Pemerintah Prov. Kep. Babel memberikan perhatian yang lebih  untuk kesehatan dan pendidikan, yang masing-masing Kabupaten dan Kota mendapat porsi yang sama.

"Pemprov akan membagikan Daba yang diperuntukan untuk pemberian insentif untuk guru Paud, TK, RA, BA, non PNS, sehingga penghasilannya meningkat," pungkasnya.

Selain membahas Daba, Rapat Tindak Lanjut dari Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati/Walikota, membahas percepatan pemasangan lampu jalan, Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Promosi Pariwisata Bersama. Hadir juga pada saat rapat, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Prov. Kep. Babel, Perangkat Daerah (PD) di Prov. Kep. Babel dan Perwakilan PD di Kabupaten/Kota.