Pangkalpinang, Rakorgub Se-Sumatera yang akan diselenggarakan di Bengkulu tanggal 8-10 Juli 2019 nanti, dapat dijadikan momentum untuk memasukkan usulan prioritas pembangunan provinsi ke dalam RPJMN Tahun 2020-2024.
Sebelum pelaksanaan Rakorgub, akan diselenggarakan Rakortek pada 29 April - 1 Mei 2019 di Bengkulu. Pada saat Rakortek nanti, menurut Sekretaris Bappeda Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, akan dibahas isu strategis kewilayahan yang akan diselesaikan dengan kerjasama antara Provinsi Se-Sumatera.
Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan identifikasi isu apa saja yang dapat dikerjasamakan, seperti Jembatan Sumatera-Bangka, yang diharapkan dapat dimasukkan dalam usulan Rakorgub Se-Sumatera untuk RPJMN Tahun 2020-2024.
"Dalam arahannya, Bapak Gubernur menitipkan beberapa hal, seperti jembatan dan pelabuhan sebagai konektivitas Sumatera dengan Bangka, serta kegiatan lainnya, diantaranya Babel sebagai pusat Lada," kata Joko Triadhi pada saat Rapat Persiapan Rakortek Gubernur Se-Sumatera, di ruang Rapat Buku Limau, Kantor Bappeda, Selasa (16/04).
Menurut Joko Triadhi, sudah banyak usulan Rakorgub Se-Sumatera yang telah diakomodir Pemerintah Pusat.
"Kita harapkan apa yang telah diusulkan, dapat diusulkan secara kolektif ke Pemerintah Pusat, karena ini lebih didengar dan sudah banyak usulan yang diakomodir Pemerintah Pusat yang berasal dari Rakorgub Se-Sumatera," ungkapnya.
Kabid Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Agung Dwi Chandra, menambahkan, selain Jembatan Sumatera-Bangka ada beberapa hal yang dibahas dalam Rakortek. Seperti penggunaan aspal karet, peningkatan PAD dari sektor pertanian dan kelautan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, konektivitas, mirigasi bencana sampai dengan pencegahan human traficiking.
"Ini akan kita petakan, apa yang menjadi keinginan di Babel, kira-kira apa yang ingin kita kerjasamakan dengan wilayah Sumatera atau wilayah yang berdekatan dengan kita seperti Sumatera Selatan," ujar Agung Dwi Chandra.
Terkait Jembatan Sumatera-Bangka, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kep. Babel, Noviar Ishak, sudah dilakukan pembaharuan MOU dengan Gubernur Sumatera Selatan, namun menurutnya yang lebih penting adalah mendorong jembatan Sumatera dengan Bangka untuk didorong untuk masuk dalam RPJMN 2020-2024.
Ditambahkan Noviar Ishak, perlu diperhatikan juga untuk pembangunan pelabuhan, apalagi pelabuhan di Bangka Belitung masih kelas pelabuhan pengumpul. Selain itu aspal karet dan baterai Thorium dapat ikut diusulkan juga.
"Aspal karet dapat kita angkat, karena di Babel ada karet dan dapat dibuat pabrik disini untuk kita suplai ke Sumatera, sehingga dapat meningkat nilai jual karet bagi masyarakat," ungkapnya.