Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menampilkan inovasi ekowisata berbasis digital di Bukit Peramun pada saat penilaian tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022.

Pada PPD 2022 ini, , Provinsi Kep. Bangka Belitung menjadi salah satu dari dua puluh provinsi yang masuk dalam penilaian tahap II. Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan, HKM Bukit Peramun merupakan kawasan ekowisata sekaligus taman keanekaragaman hayati (kehati)  untuk konservasi kawasan hutan.

Inovasi Perencanaan Pembangunan Daerah ini, menurut Fery Insani, selaras dengan tema pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022, yaitu ‘Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural’, dan tema pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022, ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Menuju Sumber Daya Manusia yang Unggul’.

Ditambahkan Fery Insani, HKM tersebar di kawasan-kawasan hutan di hampir seluruh kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti yang ada di Juru Seberang - Belitung, Munjang - Bangka Tengah, Bubus Panca - Belinyu,  Muntai Palas - Bangka Selatan, Jebu Bembang - Kab Bangka Barat, Gunung Duren - Belitung Timur.

"Kita ingin menjadikan HKM Bukit Peramun sebagai best practice yang akan direplikasi ke HKM yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus sebagai proses transformasi," kata Fery Insani saat pemaparan penilaian tahap II PPD 2022, Kamis (24/02), melalui virtual meeting.

Secara intergratif, ekowisata berbasis digital di Bukit Peramun, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda, Biro Ekonomi Sekretariat Daerah, , Disparbudpora, DLHK, Dinas Koperasi dan UMKM),  BPS Kepulauan Bangka Belitung,  Bappeda Kabupaten Belitung, Dinas Pariwisata Kab. Belitung, perbankan (BCA, BI), perguruan tinggi (IPB, UBB, UGM, ITB), dunia usaha, Komunitas Arsel, dan masyarakat Desa Air Selumar.

"HKM Bukit Peramun ini sangat bagus, karena berbasis masyarakat dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat, sudah digital, ada kearifan lokalnya, dan memanfaatkan hutan, yang sebetulnya idenya agar hutan tidak ditambang, dan juga HKM Bukit Peramun menjadi salah satu site untuk G20 di Belitung, 7 sampai dengan 9 September nanti," kata Fery Insani.

Sebelumnya, anggota Tim Penilaian Utama PPD Tahun 2022, Arif Haryana mengatakan, penilaian PPD 2022 meliputi 3 tahap  yaitu, penilaian teknis dokumen pada tahap pertama, presentasi dan wawancara di tahap kedua, dan verifikasi pada tahap ketiga.

"Penilaian Tahap II yaitu melalui presentasi dan wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi dan konfirmasi dari instansi perencanaan pembangunan daerah terkait dengan pencapaian, kualitas dan proses penyusunan dokumen RKPD dan inovasi daerah,"' kata Arif Haryana.


PPD 2022 Phase II Assessment, Babel Shows Peramun Hill: Digital-Based Ecotourism

Pangkalpinang – Kepulauan Bangka Belitung Province presented a digital-based ecotourism innovation at Peramun Hill during the second phase of the 2022 Regional Development Award (PPD) assessment.

In this PPD 2022, Kepulauan Bangka Belitung Province is one of the twenty provinces that are included in the Phase II assessment. The Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani said, Community Forestry (HKM) Bukit Peramun is an ecotourism area as well as a biodiversity park (kehati park) for forest area conservation.

This regional development planning innovation, according to Fery Insani, is in line with the development theme in the 2022 Government Work Plan (RKP), namely 'Economic Recovery and Structural Reform.' And the development theme of the 2022 Regional Government Work Plan (RKPD) of Kepulauan Bangka Belitung Province is 'Accelerating Economic Recovery and Public Health Towards Excellent Human Resources.'

Fery Insani added, HKMs exist in forest areas in almost all districts in Kepulauan Bangka Belitung Province, such as those in Juru Seberang - Belitung, Munjang - Central Bangka, Bubus Panca - Belinyu, Muntai Palas - South Bangka, Jebu Bembang - Kab. West Bangka, Mount Duren - East Belitung.

"We want to make HKM Bukit Peramun a best practice that will be scaled up to other HKMs in Kepulauan Bangka Belitung Province, and make this a transformation process," said Fery Insani during the presentation of the PPD 2022 phase II assessment, Thursday (24/02), through a virtual meeting.

In an integrative way, digital-based ecotourism in Bukit Peramun, involves various stakeholders, such as working units in the Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda, Economic Bureau of Regional Secretariat,  Tourism, Culture, Youth and Sports Office, Environment and Forestry Office, Cooperatives and SMEs Office), Statistics of Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda of Belitung Regency, Tourism Office of Belitung Regency, banks (BCA, BI), universities (IPB, UBB, UGM, ITB), business entities, Arsel Community, and the people of Air Selumar Village.

"The HKM Bukit Peramun is a very good one, because it is community-based and also provides benefits to the community, is already digital wise, has local wisdom and utilizes the forest, whose idea is actually to make the forest is not mined, and also the HKM Bukit Peramun is one of the sites prepared for the G20 in Belitung, 7 to 9 September," said Fery Insani.

Previously, a member of the 2022 PPD Main Assessment Team, Arif Haryana, said the 2022 PPD assessment consisted of 3 phases, namely, document technical assessment in the first phase, presentation and interviews in the second phase, and verification in the third phase.

"Phase II assessment, conducted through presentations and interviews, aims to obtain information and confirmation from regional development planning agencies, related to the achievement, quality, and process of preparing RKPD documents and regional innovations," said Arif Haryana.


Translator: aDi Mishadi
Editor: Rusni Budiati (IND, ENG)