
Koba, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2018 yang merupakan rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019. Musrenbang Kab. Bateng diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 20 sampai 21 Maret 2018, melibatkan para pelaku pembangunan kabupaten atau stake holder dilakukan untuk mematangkan rancangan RKPD.
RKPD Pemkab Bateng Tahun 2019 mengusung tema "Bangka Tengah Unggul Melalui Peningkatan Produktivitas, penguatan sektor ekonomi, daya saing daerah dan inovasi pelayanan publik bagi peningktan kesejahteraan masyarakat."
Pada saat Musrenbang Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda Kep. Babel) Joko Triadhi menjelaskan, RKPD merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas pembangunan Daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu satu tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan program strategis nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
"Kami di Provinsi berharap akan ada suatu sinergi yang baik, sehingga secara bottom up, Kabupaten Bangka Tengah mendukung capaian Pemprov dan bersama-sama mendukung capaian pembangunan nasional," lanjut Joko Triadhi pada saat Musrenbang Kab. Bateng, di Gedung Serba Guna, Selasa (20/03).
Untuk mendukung capaian, Joko Triadhi menambahkan, Pemprov. Kep. Babel melakukan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial dalam melakukan pemetaan prioritas arah kebijakan pembangunan kewilayahan untuk Kabupaten Bangka Tengah.
"Pemetaan arah kebijakan pembangunan kewilayah dilakukan berdasarkan evaluasi capaian pembangunan Kab/kota dalam mendukung capaian Provinsi dan pemerintah pusat," lanjut Joko Triadhi.
Menurut Joko Triadhi, ada empat arah kebijakan pembangunan kewilayahan di Kabupaten Bangka tengah, pertama meningkatkan pengembangan pembangunan pariwisata, kedua meningkatkan kesempatan pendidikan bagi masyarakat,"
"Dan untuk yang ketiga dan keempat adalah meningkatkan pembangunan kesehatan masyarakat serta meningkatkan pembangunan berbasis industri," kata Joko Triadhi.
Pada kesempatan yang sama Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mengatakan, dalam penyusunan perencanaan harus sesuai dengan dengan peraturan dan perundang-undangan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Sehingga apa yang kita susun nantinya selaras dengan program dan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," kata Ibnu Saleh.
Ditambahkan Ibnu Saleh, Pemkab Bangka Tengah telah menyusun lima prioritas pembangunan. Pertama, penanggulangan kemiskinan, melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja, peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar, yang kedua peningkatan pertumbuhan ekonomi, melalui penguatan sektor pertanian, industri, pariwisata, perikanan, UMKM, Koperasi dan Jasa Produktif lainnya.
"Prioritas yang ketiga, sinergi pembangunan pedesaan melalui pemerataan pembangunan kewilayahan dan infrastruktur pelayanan dasar, keempat peningkatan kualitas lingkungan hidup, pencegahan dan penanggulangan bencana, serta kelima peningkatan pelayanan publik melalui inovasi dalam rangka mewujudkan good governance," lanjut Ibnu Saleh.
Ibnu Saleh menilai adanya Focus Group Discussion yang dilaksanakan di Perangkat Daerah (PD) sebelum pelaksanaan Musrenbang merupakan sebuah kemajuan, tapi untuk hasil FGD dianggap masih biasa saja. Ibnu Saleh mendorong PD untuk melakukan inovasi.
"Perangkat Daerah harus berpikir inovasi, harus ada perubahan dan harus lebih baik lagi dibandingkan tahun kemarin," lanjut Ibnu Saleh.
Ketua DPRD Kab. Bangka Tengah Algafry Rahman meminta Perangkat Daerah memprioritaskan program/kegiatan yang menyentuh masyarakat, sesuai dengan visi dan misi Bupati.
"Di tahun 2019 ini, PD harus menerjemahkan visi dan misi Bupati dalam bentuk nyata, dengan program atau kegiatan yang menyentuh masyarakat dan bisa dinikmati masyarakat," kata Algafry Rahman.



