Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Mengenai Milestone dan Pembiayaan Terkait Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). FGD ini merupakan tindaklanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT Indonesia Power beberpa waktu yang lalu.

Sebagai informasi, MoU ditandatangani Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Direktur Utama PT Indonesia Power, Bapak M Ahsin Sidqi, di ruang Tanjung Pendam Lt 2, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, (04/07), terkait kajian kelayakan pemanfaatan dari salah satu unsur mineral ikutan Timah dan CPO sebagai sumber penghasil listrik.

Pada saat FGD di ruang rapat Pulau Ketawai, Rabu (24/07), Kabid Litbang Bappeda Kep. Babel, Adhari mengatakan, di dalam pengembangan EBT perlu disusun timeline, target dan milestone. Menurutnya, timeline minimal disusun untuk dua tahun kedepan.

"Target kita sudah cukup dekat, terutama untuk pemanfaatan dari salah satu unsur mineral ikutan Timah sebagai sumber penghasil listrik, jadi untuk pengembangan EBT difokuskan pada dua item, mineral ikutan Timah dan CPO sebagai sumber penghasil listrik," ungkapnya.

Menurut Adhari, Pemprov Kep. Babel akan mengawal kajian sampai dengan prototipe/pilot project. Karena bila sudah dikomersilkan akan menjadi ranah bisnis. Bila Pemprov ikut, maka akan melalui BUMD, namun untuk sekarang BUMD belum dilibatkan secara penuh.

Pada kesempatan yang sama, Sugeng Triono, dari PT Indonesia Power mengatakan, rencananya listrik yang bersumber dari salah satu unsur mineral ikutan Timah akan dicoba di rumah dinas Gubernur pada 27 Oktober, yang bertepatan dengan Hari Listrik Nasional.

"Berkenaan MoU antara PT Indonesia Power dan Pemprov Babel, Pak Dirut, Gubernur dan GM PLN bersepakat listrik yang bersumber dari salah satu unsur mineral ikutan Timah akan dicoba pada 27 Oktober, bertepatan dengan hari listrik," ungkapnya.

Staf Ahli Gubernur Purwadi Kasino Putro menambahkan, sebelum tanggal 27 Oktober akan dilakukan uji performance terkait penggunaan mineral ikutan Timah sebagai sumber penghasil listrik di rumah dinas Gubernur.

"Uji performance akan dilaksanakan di pertengahan bulan Oktober, namun sebelum itu harus dipersiapkan sebaik mungkin, untuk memproses bahan baku akan dilaksanakan di Bangka Belitung, di Lab. UPT Disperindag," ungkapnya.

Pihak PT PLN mendukung pengembangan EBT di Babel. Dedi Murdani dari PT PLN Bangka Belitung berharap, EBT dapat menjadi nilai jual bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT PLN.

"Dengan adanya EBT, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, dan menjadi nilai jual bagi Provinsi dan PLN, sehingga orang-orang akan berlomba untuk melihat bagaimana EBT dikembangkan di Babel," ungkapnya.