Pangkalpinang, Perlu ada terobosan yang bisa dijalankan oleh Gubernur dan jajarannya untuk mewujudkan cita-cita membangkitkan kejayaan lada di Bangka Belitung, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia.

Wakil Dekan FEM IPB, Lukman Mohammad Baga mengatakan, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkeinginan mengembalikan kejayaan lada di Bangka Belitung seperti dulu, untuk itu diperlukan kajian.

"Bagaimana ada terobosan yang bisa dijalankan oleh Gubernur dan jajarannya supaya cita-cita untuk membangkitkan kejayaan lada di Bangka Belitung terwujud, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia," lanjutnya pada saat pemaparan Kajian Value Chain Komoditas Lada Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Kantor Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (29/11)

Lada merupakan supperior komoditi, bukan hanya babel yang membutuhkan tetapi internasional yang membutuhkan, yang menjadi masalah mengapa mekanisme harga tidak berpihak kepada petani.

"Jadi jangan sampai petani tidak termotivasi menanam lada, nanti mereka lari ke timah, lari ke sawit, sehingga lada menjadi sejarah, harus ada tindakan konkrit bagaimana menyejahterakan petani dengan harga lada yang tinggi, Gubernur Babel sudah merintis dengan adanya resi gudang dan pengembangan koperasi lada" lanjutnya

Perlu adanya arsitektur strategi bagaimana untuk mencapai kejayaan lada dan apa saja yang harus di bentuk dan bagaimana menyatukan dalam satu matriks organisasi perladaan di Babel yang sebut Lada Center.

"Lada Center akan langsung berada di bawah Gubernur, dan yang ada di Lada Center merupakan orang yang sanggup mengundang orang yang dibutuhkan di Lada Center tanpa hambatan.

Orang yang dibutuhkan bukan strukturnya tapi kompetensi, orang tersebut ada di Perangkat Daerah (PD) yang ada, memanfaatkan orang-orang yang ada PD, tanpa membutuhkan konsultan, dengan di SK-an oleh Gubernur dan bersifat bersifat Ad Hoc.

"Arsitektur strategi bisa di wujudkan, apabila Lada Center bisa berjalan, dan semua berkomitmen untuk menjalankan," pungkasnya.

Tim dari IPB, Achmad Firman Wahyudi menjelaskan Lada Center berangkat dari sebuah realitas tidak terkonvergensi stakeholder yang menangani lada, jadi perlu di konvergensi dengan adanya lada center.

"Lada center akan menjadi ujung tombak yang akan menjadi bagian dari tangan Gubernur untuk mewujudkan kejayaan lada," tambahnya

Ada beberapa strategi di dalam arsitektur strategi yang bisa dijalankan dalam setiap periode yaitu lada center, resi gudang, koperasi lada, perluasan akses pasar ekspor, industri diversifikasi produk lada, pasar lelang berbasis ICT, pengembangan cluster agribisnis lada dan penguatan branding wisata lada.

"Didalam arsitektur strategi terdapat aktivitas yang rutin dilaksanakan, seperti peningkatan produktivitas dari mutu lada, penguatan peran penyuluh dalam membimbing petani dan merawat tanaman agar tidak terkonversi," lanjutnya

Sekretaris Bappeda, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, mengharapkan melalui Kajian Value Chain Komoditas Lada Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi jelas peran dari masing-masing stakeholder yang terkait dengan pengembangan lada dan apa saja porsi-porsinya sehingga secara holistik ketika itu berjalan dengan baik, maka apa yang diharapkan dari tujuan akhir pengembangan lada ini bisa di capai.