Pangkalpinang, Setidaknya ada 29 usulan dari Kepulauan Bangka Belitung diakomodir dengan status pembahasan lanjutan pada saat Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) antara Kementerian/Lembaga pada Jumát (05/03) yang lalu.
Pada saat membuka Rapat Evaluasi Hasil Rakortekrenbang, Rabu (10/03), Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan, 29 usulan yang telah diakomodir dan dibahas lebih lanjut, akan dibahas pada saat Forum Teknis tingkat pusat dan Musrenbangnas.
“Alhamdulillah ada 29 program diakomodir dengan status pembahasan lanjutan, misalnya, Pasar Ikan Higienis, cold storage, trans Bangka dan Belitung, bantuan lada , rempah dan ubi kayu, kolong retensi teluk bayur dan gudang padi, waduk, TPA serta sertifikasi tanda daftar budidaya perkebunan sawit rakyat, pelatihan naker dan magang dan lain-lain,” kata Fery Insani melalui Video Meeting.
Fery Insani mencontohkah salah satu usulan yang akan dibahas lebih lanjut, yaitu pembangunan cold storage. Menurutnya, untuk cold storage mendapatkan masukan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan agar Pemerintah daerah dapat memprioritaskan lokasi mana yang akan dibangun dan memastikan lahan yang sudah ada clean dan clear serta melengkapi dokumen pendukungnya.
“Tidak masalah program yang tersebut dilaksanakan oleh siapa, baik itu Satker Kementerian/Lembaga, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, yang penting program dan kegiatan itu dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fery Insani.
Fery Insani juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pendampingan, baik itu bagi Perangkat Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Menurutnya, Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota harus aktif ikut dalam Rapat Koordinasi di Kementerian/Lembaga untuk mengawal usulan Program/Kegiatan.
“Saya minta teman-teman dapat aktif dan mengawal usulan yang telah diakomodir dan dibahas lebih lanjut, bila perlu pendampingan, kami siap untuk melakukan pendampingan,” kata Fery Insani