Pangkalpinang – Sekretariat Kabinet RI melalui Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter) memilih penerjemah ahli madya Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusni Budiati, untuk mengikuti program magang di UN Migration – International Organization for Migration (IOM). Program magang di organisasi internasional ini memberikan kesempatan kepada penerjemah daerah untuk bekerja dalam lingkungan kerja internasional dan melakukan penjurubahasaan konferensi yang mungkin tidak sering dilakukan penerjemah pemerintah daerah. Program magang ini berlangsung dari 27 Mei sampai dengan 7 Juni 2024 di kantor pusat IOM di Jakarta.

Pusbinter selaku instansi pembina penerjemah pemerintah melaksanakan dan membiayai kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi pejabat fungsional penerjemah (PFP) yang bekerja di daerah dalam melakukan penerjemahan, terutama dalam melaksanakan penjurubahasaan atau penerjemahan lisan. Pada program yang baru pertama kali diselenggarakan ini, Pusbinter menyeleksi seluruh penerjemah pemerintah Indonesia yang bekerja di luar Pulau Jawa, dan menetapkan dua orang penerjemah, yaitu Rusni Budiati dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Anne Angeline dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, untuk mengikuti program tersebut.

Dalam program tersebut, PFP Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Tengah tersebut melakukan penjurubahasaan atau penerjemahan lisan konferensi dalam Return and Reintegration Workshop yang dilaksanakan IOM bersama berbagai kementerian dan lembaga, serta kedutaan-kedutaan besar yang dilaksanakan di Ayana Midplaza pada 3 – 4 Juni 2024. Kedua PFP juga bekerja sebagai penerjemah tulis berbagai naskah peraturan terkait keimigrasian dan perbatasan, naskah publikasi informasi dan data, serta materi tayang yang sangat membantu keduanya mempersiapkan penjurubahasaan pada saat workshop.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) adalah Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang merupakan organisasi antar-pemerintah terkemuka bekerja untuk mempromosikan migrasi yang manusiawi dan teratur untuk kepentingan semua. Badan PBB ini selain memberikan bantuan kepada para migran, juga membantu peningkatan pemahaman terhadap isu-isu migrasi, membantu pemerintah dalam menghadapi tantangan migrasi, mendorong pembangunan sosial dan ekonomi melalui migrasi, dan menjunjung tinggi martabat dan kesejahteraan para migran, keluarga mereka, dan masyarakatnya. Berdasarkan lembar fakta IOM, lembaga ini telah membantu 6.573 orang kembali dari Indonesia ke negara asalnya (2011-2023), lebih dari 9.400 korban perdagangan orang sejak tahun 2005-2023, dan 8.325 pengungsi yang dimukimkan kembali (2011-2023).

Program magang yang diikuti oleh penerjemah Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, selain memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan individual dalam melakukan penjurubahasaan maupun penerjemahan tulis, juga memperluas jaringan kerja bagi penerjemah yang mengikutinya. Selain itu, penugasan di IOM memperluas pengetahuan penerjemah bahwa Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan cepat atau lambat akan menghadapi berbagai isu dan permasalahan migrasi, baik yang disebabkan oleh semakin meningkatnya keterhubungan global akibat perkembangan teknologi dan infrastruktur maupun oleh perubahan iklim dan bencana alam. Hal-hal tersebut sangat menunjang tugas-tugas penerjemah di Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai lembaga yang melakukan berbagai penelitian, perencanaan pembangunan maupun kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga nasional maupun internasional.

Kepala Misi IOM di Indonesia, Jeffrey Lobovits menyampaikan apresiasi atas program magang yang dilakukan ini. Menurutnya, kemitraan dengan Pusbinter ini selain dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi penerjemah, juga meningkatkan kolaborasi yang saling menguntungkan, serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas IOM di Indonesia. Risa Amrikasari, selaku Liaison Officer for Protocol, Legal, and ASEAN Affairs IOM, walaupun menganggap durasi program yang sangat singkat, memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja kedua penerjemah yang ditugaskan selama magang.


Bappeda’s Interpreter Did an Internship at UN Migration-IOM

Pangkalpinang – The Cabinet Secretary of the Republic of Indonesia, through the Center for Translator Development (Pusbinter), selected the associate translator/interpreter of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung, Rusni Budiati, to follow an internship program at the UN Migration – International Organization for Migration (IOM). The internship program in this international organization provides translators/interpreters in local governments with the opportunities to work in an international work environment and experience conference interpreting that they may not often do. This internship program ran from 27 May to 7 June 2024 at IOM Indonesia’s head office in Jakarta.

Pusbinter, as the government translator development institution, executed the program to increase the competence of functional interpreter officials (PFP) who work in the local governments in carrying out their primary tasks, especially in conducting interpreting. Pusbinter conducted this program for the first time and selected all Indonesian government interpreters/translators who worked outside Java Island and appointed two interpreters, Rusni Budiati from the Kepulauan Bangka Belitung Provincial Government and Anne Angeline from the Central Kalimantan Provincial Government, to take part in the program.

Both interpreters conducted conference interpreting at the Return and Reintegration Workshop held by IOM, inviting various ministries and institutions, as well as with embassies, at Ayana Midplaza on 3 - 4 June 2024. Both also worked as translators for various regulatory texts related to immigration and borders, information and data publication texts, and publication materials, which helped them prepare the translation during the workshop.

The International Organization for Migration (IOM) is a United Nations (UN) Agency, the leading inter-governmental organization dedicated to promoting humane and orderly migration for the benefit of all. This UN agency not only assists migrants but also advances understanding of migration issues, assists governments in facing migration challenges, encourages social and economic development through migration, and upholds the dignity and welfare of migrants, their families, and their communities. Based on the IOM fact sheet, this organization has assisted 6,573 persons to return from Indonesia to their countries of origin (2011-2023), more than 9,400 victims of human trafficking from 2005-2023, and 8,325 refugees resettled (2011-2023).

For Bappeda's interpreter, the internship not only provided the opportunity to improve individual capabilities in interpreting and translating but also expanded the work network. In addition, assignments at IOM broadened her knowledge of various migration issues and problems, both caused by increasing global connectivity due to developments in technology and infrastructure as well as by climate change and natural disasters, that Bangka Belitung as an archipelagic region will sooner or later face. The knowledge supports the tasks of interpreter/translator at the Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province as an institution carrying out various research and development planning and collaborating with various national and international agencies and institutions.

IOM Chief of Mission to Indonesia, Jeffrey Lobovits, expressed his appreciation for this internship program. According to him, this partnership with Pusbinter can improve the capacity and competence of interpreters, increase mutually beneficial collaboration, and support the implementation of IOM's tasks in Indonesia. Risa Amrikasari, the IOM Liaison Officer for Protocol, Legal, and ASEAN Affairs, considered the duration of the program to be very short while giving high appreciation for the performance of the two interpreters assigned during the internship.