Pangkalpinang – Bertempat di ruang rapat Pulau Ketawai, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Penilaian Kinerja Stunting Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024, yang dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 19 sampai dengan 21 Juni 2024. Penilaian kinerja penurunan stunting yang diikuti oleh kabupaten/kota Seprovinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andri Nurtito, mengatakan penilaian kinerja penurunan stunting merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh pemeritah provinsi dalam mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting menggunakan instrumen penilaian berdasarkan indikator dan periode waktu yang ditentukan. Menurutnya, pelaksanaan delapan aksi konvergensi  tersebut melibatkan multisektor dalam melakukan kegiatan intervensi stunting baik secara spesifik maupun sensitif. Intervensi spesifik berkontribusi 30 persen dan intervensi sensitif berkontribusi sebesar 70 persen dalam percepatan penurunan stunting.

"Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama serta menciptakan persepsi dan tujuan yang sama dengan melakukan kolaborasi, koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan sehingga angka prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024 mengalami penurunan sesuai target nasional," kata Andri Nurtito saat membuka kegiatan, Rabu (19/06/2024).

Penginputan data hasil pelaksanaan konvergensi stunting dilakukan pada aplikasi web monitoring Bangda Kemendagri. Hasil penginputan ini menjadi bahan analisis pemerintah pusat dalam menentukan arah kebijakan terkait penurunan stunting. Jadwal penginputan data hasil pelaksanaan stunting dalam web monitoring Bangda mengikuti jadwal perencanaan daerah.

"Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia Tahun 2022, prevalensi penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada pada angka 18,5 persen dan mengalami peningkatan pada tahun 2023 sebesar 2,1 persen menjadi 20,6 persen," ujar Andri Nurtito.

Hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 juga menunjukkan ada dua kabupaten yang mengalami penurunan prevalensi stunting yaitu Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Selatan sementara empat kabupaten mengalami kenaikan yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur serta satu kota yaitu Kota Pangkalpinang.

Pada hari pertama dijadwalkan penilaian untuk Kabupaten Bangka Tengah. Pada hari kedua untuk Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Bangka Barat, dan Kota Pangkalpinang. Pada hari ketiga akan dilakukan penilaian terhadap Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Selatan.


Stunting Performance Assessment Momentum to Improve Synergy

Pangkalpinang - Taken place in the Pulau Ketawai meeting room, the Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung held the 2024 Kepulauan Bangka Belitung Province Stunting Performance Assessment, held for three days from 19 to 21 June 2024. The stunting reduction performance assessment, attended by regencies/city throughout the Kepulauan Bangka Belitung Province, is an implementation of Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction.

The Head of the Kepulauan Bangka Belitung Provincial Health Office, Andri Nurtito, said that the stunting reduction performance assessment is a process or activity carried out by the provincial government in evaluating the performance of regency/city governments in implementing the eight convergence actions to reduce stunting using assessment instruments based on indicators and in a specified period. He said implementing the eight convergence actions involves multi-sectors in specific and sensitive stunting intervention activities. Specific interventions contribute 30 percent to stunting reduction acceleration, while sensitive interventions contribute 70 percent.

"Let's make this a momentum to increase synergy and cooperation, as well as create common perceptions and goals by collaborating, coordinating, and synergizing all stakeholders so that the stunting prevalence rate in Kepulauan Bangka Belitung Province in 2024 decreases in line with the national target," said Andri Nurtito when opening the activity, Wednesday (19/06/2024).

Data entry of the implementation of the stunting convergence results is carried out on the Ministry of Home Affairs Bangda monitoring web application. The results of this input become analysis materials for the central government in determining policy directions related to stunting reduction. The schedule for inputting data on the stunting implementation results into Bangda web monitoring follows the regional planning schedule.

"Based on the results of the Indonesian Health Survey 2022, the stunting prevalence in Kepulauan Bangka Belitung Province was 18.5 percent and increased in 2023 by 2.1 percent to 20.6 percent," said Andri Nurtito.

The results of the Indonesian Health Survey (SKI) 2023 also showed that two regencies experienced decreases in the stunting prevalence, namely Central Bangka Regency and South Bangka Regency, while four districts and one city experienced increases, namely Bangka Regency, Belitung Regency, West Bangka Regency, East Belitung Regency, and Pangkalpinang City.

The first day of assessment was for Central Bangka Regency. On the second day, Belitung Regency, East Belitung Regency, West Bangka Regency, and Pangkalpinang City will be assessed. The assessment for Bangka Regency and South Bangka Regency will be on the third day.