Pangkalpinang, Pada 9 Desember nanti, empat Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melaksanakan Pilkada serentak, salah satunya Kabupaten Belitung Timur.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, sudah menyusun Rancangan Teknokratik RPJMD Tahun 2021-2024 yang nantinya akan dielaborasi dengan visi misi calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Apa yang dilakukan oleh Pemkab Belitim, menurut Sekretaris Bappeda Kep. Babel Joko Triadhi, sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
"Pemerintah Daerah diamanatkan oleh Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 untuk menyusun Rancangan Teknokratik RPJMD sebelum terpilihnya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah," kata Joko Triadhi pada saat membuka Coaching Clinic Fasiltasi Cascading Isu Strategis RPJMD Teknokratik, di ruang rapat Pulau Ketawai, Kantor Bappeda Kep. Babel, Selasa (01/12).
Rancangan Teknokratik RPJMD, menurutnya memuat informasi analisis gambaran umum kondisi daerah, perumusan gambaran keuangan daerah, perumusan permasalahan pembangunan daerah, penelaahan dokumen perencanaan lainnya dan perumusan isu strategis daerah yang dipergunakan sebagai bahan penyusunan rancangan awal RPJMD.
"Kami mengapresiasi permintaan Coaching Clinic Fasilitasi Cascading Isu Strategis RPJMD Teknokratik dari Pemkab Beltim, walaupun secara normatif tidak diamanatkan oleh aturan, hasil fasilitasi dapat jadi bahan penyempurnaan Rancangan Teknokratik RPJMD," kata Joko Triadhi.
Joko Triadhi menambahkan, penyusunan rancangan awal RPJMD akan dimulai sejak Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih dilantik dan ditetapkan menjadi Perda tentang RPJMD paling lambat enam bulan setelah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih dilantik.
Rancangan awal RPJMD sendiri merupakan penyempurnaan dari Rancangan Teknokratik RPJMD dengan berpedoman pada visi, misi dan program Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah terpilih.
"Oleh karena itu, penting untuk membangun komunikasi dengan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, sehingga kita dapat berdiskusi dan mengetahui apa yang menjadi esensi dari visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih serta mengkolaborasikan dan mensinkronkan dengan rancangan teknokratik yang telah disusun," kata Joko Triadhi.
Pada saat diskusi dengan kepala daerah, menurut Joko Triadhi perlu disampaikan juga apa saja yang menjadi prioritas daerah untuk diselesaikan berdasarkan kajian teknokratik yang telah disusun, dengan tidak mengurangi esensi dari janji kampanye Kepala dan Wakil Kepala Daerah. Selain itu perhatikan juga keterkaitan antara dokumen perencanaan Provinsi dan Nasional.
"Bila komunikasi ini sudah dibangun dari awal, mudah-mudahan proses penyusunan RPJMD dapat berjalan dengan mulus, sehingga apa kita harapkan dokumen perencanaan dapat berdampak pada pembangunan yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat," kata Joko Triadhi.