Pangkalpinang – Bertempat di ruang rapat Pulau Ketawai, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Teknis Kelitbangan yang mengundang Bappeda se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (19/09/2023). Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rusdi mengatakan rapat teknis dilaksanakan untuk penguatan lembaga daerah di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi.

"Kita juga akan melakukan pemetaan terhadap isu-isu aktual litbangjirap yang ada di daerah serta peluang kerja sama riset dan inovasi dengan perguruan tinggi, " Kata Rusdi dalam rapat tersebut.

Terkait kerja sama riset dan inovasi dengan perguruan tinggi, menurut Rusdi, Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah sering bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, baik itu perguruan tinggi di daerah maupun nasional.

"Pada tahun ini, salah satu penelitian bekerja sama dengan perguruan tinggi adalah pembentukan kampung konservasi aren dan ekowisata di Pulau Bangka untuk kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan berbasis komoditas lokal, " Kata Rusdi.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Kastana Sapanli dari Institut Pertanian Bogor menyampaikan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan pilar dari pendidikan tinggi Indonesia terdiri atas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang kolaboratif dan tidak sporadis, dimana implementasi hasil riset perguruan tinggi di masyarakat dengan melaksanakan stakeholder engagement di lokus yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan kewilayahan, serta menempatkan fokus yang  relevan dan konstekstual.

"Saat ini kami bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam penelitian pembentukan kampung konservasi aren dan juga penelitian aplikasi blue carbon trading sebagai upaya konservasi mangrove di Pulau Bangka melalui pendekatan social–ecological system (SES) berbasis model spasial dinamik," kata Kastana Sapanli.


Bappeda Babel Holds RnD TM for Institutional Strengthening

Pangkalpinang – Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province (Babel) invited local Bappeda offices in the province to hold a technical meeting (TM) on research and development (RnD) in Pulau Ketawai meeting room of Provincial Bappeda office on Tuesday (19/09/2023). Head of the RnD Division of provincial Bappeda, Rusdi, said that the TM is to strengthen the local institutions conducting research, development, assessment, and application, as well as invention and innovation.

“We also map actual issues on RnD, assessment, and application (litbangjirap) in local levels as well as opportunities to collaborate research and innovation with academic institutions,” said Rusdi in the meeting.

Related to the research and innovation collaboration with academic institutions, Rusdi said that Bappeda of Babel has often worked with various universities, both national and local universities.

‘This year, one of the research collaborations with universities is the development of arenga conservation and ecotourism villages on Bangka Island for community prosperity and local-based commodity food independence,” said Rusdi. 

On the same occasion, Dr. Kastana Sapanli from IPB University presented the Tri Dharma Perguruan Tinggi, the pillars of higher education in Indonesia consisting of education, research, and community service. Community service is collaborative and non-sporadic activities to implement results of university research in the community by carrying out stakeholder engagement in locations with relevant regional potential and needs, as well as placing a relevant and contextual focus. 

“Currently, we are collaborating with Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province in the research to develop an arenga conservation village, as well as the research on the blue carbon trading application as an effort to conserve mangroves in Bangka Island by deploying a social-ecological system (SES) approach based on a spatial-dynamic model,” said Sapanli.