Pangkalpinang, Revitalisasi lada menjadi tema besar Science Techno Park (STP) yang akan dikembangkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka. Menurut Direktur STP IPB Dadang Syamsul Munir, setidaknya ada dua isu dalam pengembangan STP di Babel, pertama terkait potensi dan permasalahan dalam revitalisasi lada. Kedua, peran STP pada revitalisasi tersebut.

Untuk revitalisasi lada, menurut Dadang harus dilihat dulu potensi dan apa yang menjadi permasalahan, mulai dari produksi, maupun dari segi pemasaran. Dari sisi produksi, STP dapat dikaitkan dengan teknologi.

"Tema besar dalam pengembangan STP di Babel adalah revitalisasi lada, yang dimana lada merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Dadang Syamsul Munir pada saat FGD Kajian STP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang rapat Pulau Bukulimau Kantor Bappeda Kep. Babel, Kamis (25/10).

Pada saat diskusi setidaknya ada dua isu terkait peran STP, pertama STP sebagai transfer knowledge. Menurut Dadang, STP dapat mengembangkan teknologi yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan BPPT maupun lembaga lainnya. Sedangkan yang kedua, STP dapat mengembangkan lada dari sisi marketingnya.

Ditambahkan Dadang, lada Babel sudah terkenal di pasar internasional, yang di perlu dilakukan adalah bagaimana cara untuk mengembalikan reputasi tersebut.

"Lada Babel sendiri sudah punya nama, tinggal membangun kembali, kekhususan itu," katanya.

Terkait dengan perkembangan STP di Indonesia, Dadang mengatakan, dari 2015 sampai dengan sekarang, dibawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti) sudah ada 29 STP. Selain itu ada STP lainnya di bawah LIPI dan BPPT.

"Ada juga STP yang dibawah Kementerian Pertanian, di Balitbang pertanian, dengan nama Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains Pertanian (TSP)," ujarnya.