Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Babel berjumlah 18 orang dan beberapa staf merangkai pemasangan Jembatan Darurat Bailey di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.
Sebelumnya, jembatan lama yang menghubungkan jalur Lintas Timur ke arah Tanjung Pesona yang merupakan jalan provinsi pada akhir Desember 2013 lalu ambruk akibat banjir, sehingga dibangun jembatan darurat dari kayu.
Pemasangan Jembatan Bailey sebagai jembatan sementara untuk mengantikan jembatan darurat dari kayu yang kondisinya kurang kokoh.
Penggunaan jembatan Bailey ini hingga dilakukannya pembangunan jembatan permanen oleh Dinas Pekerjaan Umum Babel.
Pemasangan jembatan Bailey yang terbuat dari rangka baja ini bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Babel dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka, sudah dilakukan sejak Rabu (29/10/2014) lalu di Desa Rebo.
Diakui PPTK Pengadaan Jembatan Bailey Wahyudi, jembatan ini memiliki panjang 15 meter dengan lebar tiga meter. Jembatan Darurat Bailey ini berkekuatan maksimum tonase bisa menampung kendaraan dengan berat muatan 15 ton.
"Dana yang digunakan untuk pengadaan jembatan ini Rp 1 miliar sedangkan untuk operasionalnya sekarang dari kabupaten. Kalau persiapannya jembatan ini sudah satu tahun kalau ada jalan putus. Pas ada jembatan putus kita bantu. Memang peran BPBD itu untuk membantu masyarakat agar kerugiannya bisa diperkecil. Kitakan ada hitungan kerugian dan kerusakan. Kerugian dari faktor ekonomi. Kalau jembatan darurat tidak dipasang faktor kerugian masyarakat banyak. Dengan harga hanya Rp 1 miliar bisa membantu orang lebih dari satu miliar," jelas Wahyudi.
Dia menyatakan tidak akan mengizinkan kendaraan dengan berat maksimum 15 ton melewati Jembatan Bailey dimana batas maksimal yang diizin hanya delapan ton.
Ketahanan Pangan, Hilirisasi, dan Pariwisata Jadi Fokus Pembangunan Bangka Belitung 2027
15/04/2026 - 17:03