Tanjung Pesona, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah membuka Rapat Koordinasi Kelitbangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka, Senin (28/10).

Rakor yang mengangkat tema “Penguatan Kerangka Kelitbangan dalam Rangka Meningkatkan Inovasi Daerah", diselenggarakan selama dua hari, dari tanggal 28 sampai 30 Oktober 2018, dengan peserta dari Perangkat Daerah yang membidangi Kelitbangan dan Stakeholder terkait.

Pada saat menyampaikan sambutannya, Abdul Fatah mengingatkan peran strategis Perangkat Daerah yang membidangi Litbang. Menurutnya, Litbang
diharapkan mampu melakukan proses penelitian dan pengembangan yang berkualitas demi terciptanya inovasi-inovasi dalam percepatan pembangunan pada sektor unggulan.

"Dulu Litbang dijauhi oleh Pejabat, baik itu pada tataran Nasional maupun Daerah, karena Lembaga ini sering di nomor duakan bahkan di nomor tigakan, tetapi pada saat ini, Litbang berkembangan berbeda, karena tanpa adanya fungsi Litbang, akan sulit menghasilkan inovasi-inovasi baru, baik itu pada tataran Nasional maupun Provinsi," kata Abdul Fatah.

Dengan adanya Peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Perangkat daerah yang membidangi penelitian dan pengembangan memiliki fungsi strategis dalam melakukan verifikasi dan evaluasi usulan inovasi daerah. Serta untuk melaksanakan penilaian inovasi daerah.

"PP ini menjadi dasar legal framework dalam implementasi inovasi daerah, dimana Perangkat Daerah yang membidangi penelitian dan pengembangan diamanatkan untuk menjadi pemacu dan pemicu pertumbuhan inovasi daerah," ungkapnya.

Selain menjalankan fungsi Kelitbangan, Abdul Fatah juga meminta Perangkat daerah yang membidangi Litbang untuk dapat ikut menyelesaikan isu-isu yang dihadapi oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, rendahnya kemandirian pangan, rendahnya hilirisasi sumber daya mineral, belum optimalnya pengembangan potensi unggulan daerah sektor pariwisata, perkebunan, kelautan dan perikanan dan pengembangan tata kelola pertambangan serta kebutuhan akan energi yang semakin tinggi perlu menjadi perhatian.

Selain itu, untuk isu strategis bidang sosial, rendahnya tingkat pendidikan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat dan stunting. Sedangkan isu bidang lingkungan hidup, kerusakan lingkungan hidup dan rawan bencana, terutama banjir yang menimpa Kabupaten/Kota yang ada di Pulau Bangka dan Pulau belitung.

"Untuk itu, Penelitian dan Pengembangan diharapkan dapat responsif terhadap isu yang berkembang, serta berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan melalui penelitian yang dilakukan," harap Abdul Fatah

Turut hadir pada saat Rakor, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendagri, Dodi Riyadmadji, dan Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani.