Kepala Bappeda: Diskusi Tingkat Tapak Menjadi Inspirasi Perencanaan Pembangunan
Penulis
Rusni Budiati
Tanggal Terbit
12 Oktober 2026
Kategori
Berita
Tanjung Pandan – Menjelang dilaksanakannya workshop penyusunan strategi untuk kerja sama teknis Mine Reclamation and Environmental Protection, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Joko Triadhi, bersama Widyaiswara Utama BKPSDMD, Dr. Yan Megawandi, dan para focal points proyek kerja sama mengunjungi Geosite Bukit Peramun, Belitung, pada Rabu, 23 September 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Komunitas Aik Selumar (Arsel) yang mengelola Bukit Peramun melalui skema hutan kemasyarakatan seluas 115 ha.
Dalam diskusi yang berlangsung santai di kawasan hutan, Kepala Bappeda dan tim lebih banyak bertanya dan mendengarkan para pengelola kawasan Bukit Peramun yang bercerita mengenai kawasan tersebut serta latar belakang yang membuat komunitas berkomitmen untuk menjaga kawasan hutan ini. Diskusi ini menjadi sangat relevan dengan kondisi aktual musim kemarau yang menyebabkan kekeringan sumber-sumber air di Belitung.
Adie Darmawan, ketua Komunitas Arsel yang biasa dipanggil Adong, menceritakan bahwa tujuan utama mereka mengelola Bukit Peramun bukanlah untuk menjadikannya sebuah daya tarik wisata, melainkan untuk menjaga kehidupan dan penghidupan mereka di tengah gempuran konversi lahan perkebunan dan pertambangan. Mengelolanya menjadi sebuah kawasan wisata menjadi salah satu solusi untuk mengatasi biaya operasional pengelolaan kawasan, yang ternyata kemudian juga berdampak pada ekonomi para anggota dan menginspirasi warga lainnya untuk menjaga sumber daya lingkungan di sekitar mereka. Adong juga menjelaskan bahwa karena sejak awal tujuan mereka mengelola kawasan adalah untuk konservasi, maka konsep pengelolaan kawasan untuk pariwisata juga harus dilakukan dengan bijak dan hati-hati. Harapannya adalah jika mereka bisa menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat kebaikan sekecil apa pun, kebaikan itu nantinya bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan mungkin dapat menyelamatkan kehidupan mereka sendiri di masa yang akan datang.
Diskusi Kepala Bappeda dan tim kemudian dilanjutkan ke Desa Tanjung Binga, mengikuti giat UPT Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung, Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pokdarwis Gen Z Desa Tanjung Binga. Giat ini juga diikuti oleh Ketua Dewan Pengawas DPP ASPPI, Agus Pahlevi. Menurut Kepala UPT BP2WB, Apri Yuliansyah, kegiatan pendampingan yang dilakukan UPT ini merupakan kolaborasi dengan para pelaku pariwisata yang ada di Pulau Belitung untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata (DTW) dan kapasitas pelaku pariwisata yang ada di Pulau Belitung. Apri mengakui bahwa dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas DTW tersebut, ia justru mendapatkan banyak masukan, pelajaran hidup, dan lecutan semangat dari para pelaku dan masyarakat untuk bisa berbuat lebih baik. Ia juga mendapatkan pelajaran bahwa jangan sampai kegiatan wisata yang terkait dengan tradisi-tradisi setempat yang baik dan terjaga di masyarakat sebelum ada kunjungan wisatawan justru kemudian hilang di saat turis tidak berkunjung ke tempat tersebut.
Joko Triadhi, setelah membersamai giat UPT BP2WB, menyampaikan apresiasinya atas kerja bersama masyarakat, penggiat, dan pelaku pariwisata di Pulau Belitung. Joko terkesan dengan fokus dan kesabaran para pengelola wisata Pulau Belitung, kedalaman filosofis yang dinarasikan dengan analogi sederhana tetapi menggugah hati, dan kerendahan hati mereka dalam mengelola dan menjaga sumber daya alam Pulau Belitung. Menurut Joko, berdiskusi dengan pelaku di tingkat tapak sangat membantu bagi aparatur sipil negara, terutama bagi perencana, untuk memahami proses pembangunan di tingkat tapak dan aspirasi warga yang selanjutnya menjadi inspirasi sebagai bagian dari input perencanaan pembangunan yang berdampak dan berkelanjutan.
Tonton giat Kepala Bappeda Babel di Belitung pada: IG Bappeda Babel
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Head of Bappeda: Grassroots Discussion Becomes Development Planning Inspiration
Tanjung Pandan – Prior to a workshop on developing a strategy for the Technical Cooperation in Mine Reclamation and Environmental Protection project, the Head of the Regional Development Planning and Research Agency (Bappeda) of the Kepulauan Bangka Belitung Province, Dr. Joko Triadhi, together with a Principal Trainer (Widyaiswara Utama) of the Regional Human Resources Development and Training Agency (BKPSDMD) and the project focal points from Bappeda, visited the Bukit Peramun Geosite in Belitung on Wednesday, September 23, 2026. The visit was to meet the Aik Selumar (Arsel) Community, who manages the 115-hectare Bukit Peramun area under a community forestry (HKm) scheme.
During an informal discussion in the forest, the Head of Bappeda and his team spent most of the time listening to the Bukit Peramun community group members share stories about the site and the reasons behind the community’s commitment to protecting the forest. The discussion is highly relevant given the current dry season, which has led to the depletion of water resources across Belitung.
Adie Darmawan, usually called Adong, the Arsel Community leader, explained that their primary objective in managing Bukit Peramun was not to create a tourist attraction, but rather to safeguard their lives and livelihoods amidst the encroaching threats of land conversion for plantations and mining. Developing the area into a tourism site emerged as a solution to cover operational management costs, which in turn has positively impacted the members' economic well-being and inspired other residents to protect their local environmental resources. Adong emphasized that because the area was managed for conservation since the beginning, the tourism development approach must be executed wisely and cautiously. They hope that by contributing even the smallest acts of good, they can help preserve the environment and potentially secure their own livelihoods in the future.
The discussions continued in Tanjung Binga Village following a mentoring activity initiated by the Technical Implementation Unit (UPT) for Tourism Development in the Belitung Region (BP2WB), a unit under the Provincial Tourism, Culture, Youth, and Sports Office, in collaboration with the "Gen Z" Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Tanjung Binga Village. The event was also attended by Agus Pahlevi, Chairman of the Supervisory Board of the Central Executive Board of the Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (ASPPI). According to Apri Yuliansyah, Head of BP2WB, this mentorship program is a collaborative effort with local tourism stakeholders on Belitung Island, aimed at enhancing the quality of tourist attractions and the capacity of those working in the sector. Apri noted that through these capacity-building and quality-improvement efforts, he gained valuable insights, life lessons, and a renewed sense of motivation from the local community and tourism operators to strive for better outcomes. He also learned a crucial lesson that tourism activities, especially those rooted in local traditions that have long been preserved by the community, must not end up disappearing simply because tourists are no longer visiting.
In retrospection on the discussion that day, Joko Triadhi expressed his appreciation for the collaborative efforts involving the local community, activists, and tourism stakeholders on Belitung Island. Joko was impressed by the focus and patience demonstrated by those managing tourism on the island, the philosophical depth conveyed through simple yet evocative analogies, and the humility with which they manage and preserve Belitung’s natural resources. According to Joko, discussion with stakeholders at the grassroots level is immensely helpful for civil servants, planners in particular, in understanding development processes on the ground and the aspirations of the locals. These insights, in turn, serve as inspiration and provide valuable input for creating impactful and sustainable development plans.
[Transl.: Rusni B.]
Sumber
Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Fotografer
RB
Editor
Rusni Budiati
Berita Terkait
15 Okt 2026
Kepala Bappeda: Babel Harus Membangun Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
9 Sep 2026
Bangka Belitung Hubungkan Potensi Daerah dengan Pembiayaan Berkelanjutan
2 Sep 2026
Kepala Bappeda Babel: SOLUSI Langkah Strategis Kelola Bentang Darat-Laut
29 Jul 2026
Babel Integrasikan Perencanaan Darat dan Laut dengan SOLUSI
28 Jul 2026