Navigasi

Kepala Bappeda: Diskusi Tingkat Tapak Menjadi Inspirasi Perencanaan Pembangunan

Penulis

Rusni Budiati

Tanggal Terbit

12 Oktober 2026

Kategori

Berita

Kepala Bappeda: Diskusi Tingkat Tapak Menjadi Inspirasi Perencanaan Pembangunan - 1
Kepala Bappeda: Diskusi Tingkat Tapak Menjadi Inspirasi Perencanaan Pembangunan - 2
1 / 2

Tanjung Pandan – Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Joko Triadhi, bersama Widyaiswara Utama BKPSDMD, Dr. Yan Megawandi, dan para focal point kerja sama teknis proyek Mine Reclamation and Environmental Protection mengunjungi Geosite Bukit Peramun, Belitung, pada Rabu, 23 September 2026, sebelum mengikuti workshop perdana proyek yang dijadwalkan pada Kamis, 24 September 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Komunitas Aik Selumar (Arsel) yang mengelola Bukit Peramun melalui skema hutan kemasyarakatan seluas 115 ha.


Dalam diskusi yang berlangsung santai di kawasan hutan, Kepala Bappeda dan tim lebih banyak bertanya dan mendengarkan para pengelola kawasan Bukit Peramun bercerita mengenai kawasan tersebut serta latar belakang yang membuat komunitas berkomitmen  untuk menjaga kawasan hutan ini. Diskusi ini menjadi sangat relevan dengan kondisi aktual musim kemarau yang menyebabkan terjadinya kekeringan sumber-sumber air di Belitung.


Adie Darmawan, ketua Komunitas Arsel yang biasa dipanggil Adong, menceritakan bahwa tujuan utama mereka mengelola Bukit Peramun bukanlah untuk menjadikannya sebuah daya tarik wisata, melainkan untuk menjaga kehidupan dan penghidupan mereka di tengah gempuran konversi lahan perkebunan dan pertambangan. Mengelolanya menjadi sebuah kawasan wisata menjadi salah satu solusi untuk mengatasi biaya operasional pengelolaan kawasan, yang ternyata kemudian juga berdampak pada ekonomi para anggota dan menginspirasi warga lainnya untuk menjaga sumber daya lingkungan di sekitar mereka. Adong juga menjelaskan bahwa karena sejak awal tujuan mereka mengelola kawasan adalah untuk konservasi, maka konsep pengelolaan kawasan untuk pariwisata juga harus dilakukan dengan bijak dan hati-hati.


Diskusi Kepala Bappeda dan tim kemudian dilanjutkan ke Desa Tanjung Binga, mengikuti giat UPT Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung, Disparbudkepora Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pokdarwis Gen Z Desa Tanjung Binga. Giat ini juga diikuti oleh Ketua Dewan Pengawas DPP ASPPI, Agus Pahlevi. Menurut Kepala UPT BP2WB, Apri Yuliansyah, kegiatan pendampingan yang dilakukan UPT ini merupakan kolaborasi dengan para pelaku pariwisata yang ada di Pulau Belitung untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan kapasitas pelaku pariwisata yang ada di Pulau Belitung. Apri mengakui bahwa dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas DTW tersebut, ia justru mendapatkan banyak masukan, pelajaran hidup, dan lecutan semangat dari para pelaku dan masyarakat untuk bisa berbuat lebih baik.


Joko Triadhi setelah membersamai giat bersama UPT BP2WB menyampaikan apresiasinya atas kerja bersama masyarakat, penggiat dan pelaku pariwisata di Pulau Belitung. Joko terkesan dengan fokus dan kesabaran para pengelola wisata Pulau Belitung, kedalaman filosofis yang tampak sederhana tetapi menggugah hati, dan kerendahan hati mereka dalam mengelola dan menjaga sumber daya alam Pulau Belitung. Menurut Joko, berdiskusi dengan pelaku di tingkat tapak sangat membantu bagi aparatur, terutama bagi perencana, untuk memahami proses dan aspirasi warga dan menjadi inspirasi sebagai bagian dari input perencanaan pembangunan.


Tonton giat Kepala Bappeda Babel di Belitung pada:  IG Bappeda Babel

Sumber

Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Fotografer

RB

Editor

Rusni Budiati